Pilih Armada Sesuai Kebutuhan
Dengan pilihan armada crane terlengkap di Indonesia dan sistem tender terpadu, Anda dapat memilih tipe alat angkat yang paling tepat sesuai karakteristik medan, ketinggian gedung, dan spesifikasi beban proyek:
Proses Cara Sewa Crane di Hunimax
Tiga langkah terstruktur untuk mendapatkan unit crane berlisensi resmi dengan harga paling kompetitif.
Ajukan Kebutuhan Unit
Isi form kebutuhan, tentukan tipe crane yang Anda butuhkan, perkiraan durasi sewa, dan titik lokasi proyek.
Penawaran Vendor Terdekat
Vendor pemilik armada terverifikasi yang bekerja sama dengan Hunimax di radius terdekat akan mengirimkan penawaran harga sewa, kesiapan unit siap inspeksi, dan jadwal mobilisasi.
Pilih & Rencanakan dengan Vendor
Pilih vendor berdasarkan penawaran terbaik, lalu lakukan koordinasi langsung via WhatsApp untuk menyepakati jadwal kerja, sistem pembayaran, dan teknis di lapangan.
Pengadaan Crane Lebih Efektif & Efisien di Hunimax
Hunimax adalah tempat pengadaan crane yang dirancang untuk membantu Anda menemukan vendor terpercaya dengan cara yang paling efektif dan efisien. Anda terhubung langsung dengan pemilik armada tanpa jalur berbelit, sehingga seluruh rencana operasional—mulai dari negosiasi harga, sistem pembayaran, jadwal pengiriman alat, hingga urusan solar (BBM) dan teknis di lapangan—dapat Anda sepakati secara fleksibel bersama vendor pilihan Anda.
Harga & Pembayaran Fleksibel
Bisa bernegosiasi harga sewa, skema termin DP, atau penyesuaian anggaran proyek langsung dengan vendor.
Jadwal & Jam Kerja
Atur jam kerja harian, aturan standby saat kendala cuaca buruk, dan tanggal mobilisasi trailer sesuai target site.
Teknis & Pengaturan Solar
Pilih skema dry/wet rental, sediakan akomodasi operator, atau diskusikan kebutuhan attachment dan medan kerja spesifik.
Pilih vendor sesuai penawaran yang paling sesuai dengan kebutuhan
Mencari alat lewat perantara sering kali membuat harga sewa dan mob/demob melonjak karena komisi tidak transparan. Melalui sistem tender Hunimax, Anda terhubung langsung dengan pemilik armada resmi.
Panduan Mekanika Pengangkatan, Karakteristik Alat & Glosarium Teknis
Kompilasi pengetahuan komprehensif seputar pengoperasian pesawat angkat di Indonesia. Disusun untuk membantu engineer, kontraktor sipil/MEP, estimator tender, dan tim K3 dalam memahami prinsip fisika lifting, memilih konfigurasi unit yang aman, serta menguasai terminologi standar industri.
Prinsip Fisika & Mekanika Pengangkatan (Lifting Physics)
Crane bekerja berdasarkan prinsip tuas fisika: Momen Beban = Berat Beban × Radius Kerja. Kapasitas nominal (misal 25 Ton) hanya berlaku pada radius terdekat (biasanya 3 meter dari poros crane). Semakin jauh boom dijulurkan ke depan, momen guling meningkat drastis sehingga kapasitas angkat aman (SWL) dapat turun hingga tersisa 3–4 Ton pada radius 15 meter.
Keseimbangan dinamis crane bergantung pada lokasi titik Center of Gravity (CoG) gabungan antara bodi crane, counterweight, dan beban gantung. Selama CoG gabungan berada di dalam batas garis penopang (tipping axis outrigger), crane stabil. Pergeseran CoG akibat manuver tiba-tiba atau ayunan angin dapat memicu bahaya jungkir.
Saat mengangkat beban berat pada sudut tertentu, hingga 85% dari total berat crane dan beban dapat terkonsentrasi pada satu kaki outrigger. Tanpa alas tapak yang memadai, tekanan ini melebihi daya dukung tanah dan menyebabkan amblas. Penggunaan bantalan pelat baja (steel matting) atau balok kayu keras mutlak diwajibkan.
Tabel Matriks Penurunan Daya Angkat Aman (SWL) Berdasarkan Radius Kerja (3m – 55m)
Kapasitas nominal (misal crane 25 Ton) hanya berlaku pada radius kerja terdekat (~3 meter dari sumbu putar). Seiring boom dijulurkan ke depan, kapasitas aman (SWL) berkurang drastis mengikuti hukum tuas fisika. Matriks acuan berikut memetakan batas aman gross load sebelum risiko jungkir:
| Radius Kerja | Kelas 25 Ton | Kelas 50 Ton | Kelas 100 Ton | Kelas 250 Ton | Catatan Realitas di Lapangan Proyek |
|---|---|---|---|---|---|
| 3 Meter | 25.0 Ton (Boom 10.5m) | 50.0 Ton (Boom 11.2m) | 100.0 Ton (Boom 13.0m) | 250.0 Ton (Boom 15.0m) | Posisi beban menempel dekat as crane. Sangat jarang terjadi di aplikasi lapangan riil. |
| 6 Meter | 12.8 Ton | 24.5 Ton | 54.0 Ton | 135.0 Ton | Radius standar bongkar muat kargo dari bak truk trailer di sebelah crane. |
| 10 Meter | 6.9 Ton | 13.2 Ton | 29.5 Ton | 78.0 Ton | Ereksi rangka baja portal gudang atau penurunan genset ke dalam rumah trafo. |
| 14 Meter | 4.2 Ton | 8.4 Ton | 18.8 Ton | 52.0 Ton | Pengangkatan melompati parit drainase atau rintangan bangunan sekitar. |
| 20 Meter | 2.1 Ton (Kritis) | 4.8 Ton | 11.5 Ton | 33.0 Ton | Kapasitas crane 25T menyusut hingga di bawah 10% dari kapasitas brosurnya. |
| 28 Meter | Tidak diizinkan | 2.2 Ton (Kritis) | 6.4 Ton | 19.5 Ton | Hanya dapat dilakukan oleh crane kelas 100 Ton ke atas dengan boom ekstensi panjang. |
| 40 Meter | Tidak diizinkan | Tidak diizinkan | 2.4 Ton | 10.2 Ton | Radius jangkauan bentang jembatan lebar atau instalasi struktur atap bentang lebar. |
Taksonomi & Karakteristik Alat Angkat
| Kategori Crane | Sistem Gerak & Sasis | Rentang Kapasitas | Aplikasi Proyek Paling Efisien | Karakteristik Mob/Demob |
|---|---|---|---|---|
| Mobile Crane (Truck Crane) | Sasis truk beroda ban (multi-axle) | 7 Ton – 160 Ton | Pemasangan baja gudang, bongkar muat logistik, jembatan tol | Melaju mandiri di jalan aspal; biaya mob/demob paling ekonomis |
| Rough Terrain Crane (RT) | Roda 4 ban traksi besar (4x4), crab-steer | 25 Ton – 80 Ton | Proyek tambang batubara/nikel, smelter, kilang minyak, tanah berlumpur | Diangkut trailer lowbed; tidak boleh jalan jauh di aspal |
| Crawler Crane | Trek rantai baja kembar & lattice boom | 50 Ton – 500+ Ton | Pondasi tiang pancang (bore pile), dermaga pelabuhan, bentang jembatan | Diangkut 3–6 trailer konvoi; butuh assist crane perakitan |
| Tower Crane | Instalasi vertikal tetap (mast section) | Tip load 1.3T – 3T (Max 25T) | Pembangunan gedung bertingkat tinggi (apartemen, kantor, rumah sakit) | Sewa bulanan (3–18 bulan); biaya pondasi & erection diawal |
| Truk Crane Foco (Hiab) | Truk bak komersial + boom artikulasi lipat | Derek 3T–15T (Bak 10–15T) | Transportasi trafo PLN, genset, tiang beton, relokasi mesin pabrik | Sistem 2-in-1: angkut muat sekaligus menurunkan mandiri |
| Spider Crane | Mini crawler outrigger laba-laba | 1.0 Ton – 6.0 Ton | Pemasangan kaca fasad gedung, atrium mall, rooftop, ruang genset sempit | Bisa diangkut truk towing / masuk lift barang gedung |
Profil Lengkap Jenis Crane: Definisi, Fungsi Kerja, Kelebihan & Kekurangan
Pelajari panduan komprehensif masing-masing tipe alat angkat untuk menentukan kecocokan operasional dan efisiensi biaya proyek Anda:
Mobile Crane (Truck-Mounted Crane)
Pesawat angkat hidrolik beroda ban yang dipasang di atas sasis truk komersial atau carrier khusus multi-axle. Menggunakan boom teleskopik baja berkekuatan tinggi (high-tensile steel) yang dapat memanjang dan memendek secara hidrolik menggunakan silinder bertingkat dan kabel seling penarik, serta ditopang oleh kaki outrigger hidrolik saat operasi pengangkatan.
- Pemasangan struktur baja gudang, pabrik, dan gedung komersial bertingkat rendah.
- Bongkar muat kargo logistik, peti kemas, dan material berat di pelabuhan serta depo.
- Ereksi balok girder jembatan jalan raya, jalan tol, dan jembatan penyeberangan orang (JPO).
- Relokasi mesin pabrik berkapasitas besar, tangki industri, dan transformator listrik.
- Pekerjaan tanggap darurat, evakuasi kecelakaan kendaraan berat, dan penataan tiang pancang.
- Mobilitas jalan raya sangat tinggi; sanggup melaju mandiri di jalan raya aspal dengan kecepatan hingga 60–80 km/jam tanpa memerlukan truk trailer pengangkut.
- Waktu persiapan kerja (setup time) sangat cepat (15–30 menit); kaki outrigger dan boom teleskopik dioperasikan langsung secara hidrolik dari kabin.
- Biaya mobilisasi dan demobilisasi (mob/demob) relatif paling ekonomis dibandingkan jenis crane lainnya.
- Sangat fleksibel untuk kebutuhan proyek berdurasi pendek, harian, atau sistem shift 8 jam.
- Membutuhkan permukaan tanah yang keras dan rata; sangat rentan amblas di tanah lunak, tanah gambut, atau bebatuan lepas tanpa bantalan baja (steel matting).
- Tidak dapat berpindah posisi saat menggantung beban (cannot pick and carry); kaki outrigger wajib terpasang penuh saat lifting.
- Dibatasi oleh regulasi jam lintas jalan raya (hanya boleh melintas jam malam di kota besar untuk unit tonase 25T ke atas).
Perbandingan Rekayasa Teknis & Spesifikasi Merek Terpopuler Mobile Crane
Data spesifikasi di bawah mengacu pada katalog resmi OEM (Original Equipment Manufacturer) dan digunakan sebagai referensi lifting plan sebelum proses tender vendor. Kapasitas angkat (SWL) berlaku pada radius kerja minimum outrigger terpasang penuh; selalu periksa load chart resmi untuk radius kerja aktual di lapangan.
Crawler Crane (Crane Roda Rantai / Lattice Boom)
Pesawat angkat kelas berat yang bergerak menggunakan sepasang trek rantai baja (crawlers) dengan boom berkerangka kisi-kisi baja (lattice boom). Desain trek rantai menghasilkan distribusi beban yang sangat merata ke permukaan tanah serta memberikan kestabilan struktural tertinggi untuk pengangkatan beban super berat dan jangkauan radius ekstrem.
- Pekerjaan pondasi tiang bor (bore pile) dan penancapan sheet pile pelabuhan/tanggul.
- Konstruksi dermaga pelabuhan, jeti laut lepas, dan pemecah gelombang (breakwater).
- Pemasangan bentang jembatan baja panjang, box girder, dan struktur jembatan gantung.
- Ereksi modul reaktor kilang minyak, pabrik petrokimia, dan boiler pembangkit listrik (PLTU).
- Pekerjaan pengangkatan dinamis pada proyek reklamasi pantai dan pengerukan material.
- Sanggup berjalan sambil menggantung dan memindahkan beban di lapangan proyek (pick-and-carry capability).
- Tekanan tapak tanah (Ground Bearing Pressure) sangat rendah berkat bidang kontak rantai yang luas, sehingga unggul di tanah lunak.
- Jangkauan boom kisi (lattice boom) dapat diperpanjang hingga lebih dari 100 meter dengan kapasitas angkat mencapai ratusan ton.
- Kestabilan operasional sangat tinggi tanpa memerlukan kaki outrigger hidrolik.
- Kecepatan jalan sangat lambat (1–2 km/jam) dan dilarang keras melintas di atas aspal jalan raya umum.
- Biaya mobilisasi dan demobilisasi (mob/demob) tinggi; bodi mesin, trek rantai, dan boom kisi harus diangkut konvoi 3 sampai 8 unit trailer tronton/lowbed.
- Membutuhkan crane pembantu (assist crane) kelas 25–50 Ton dan waktu perakitan 1 hingga 3 hari kerja di lokasi proyek.
Perbandingan Rekayasa Teknis & Spesifikasi Merek Terpopuler Crawler Crane
Data spesifikasi di bawah mengacu pada katalog resmi OEM (Original Equipment Manufacturer) dan digunakan sebagai referensi lifting plan sebelum proses tender vendor. Kapasitas angkat (SWL) berlaku pada radius kerja minimum outrigger terpasang penuh; selalu periksa load chart resmi untuk radius kerja aktual di lapangan.
Rough Terrain Crane (RT Crane / Crane 4x4)
Crane kompak beroda ban traksi besar dengan sistem penggerak empat roda (4-Wheel Drive / 4WD) dan kemudi semua roda (All-Wheel Steering). Memiliki kabin tunggal terpadu untuk pengemudian jalan dan pengoperasian derek, dirancang khusus untuk menaklukkan medan tanah tanpa jalan aspal yang bergelombang dan berlumpur.
- Konstruksi dan pemeliharaan conveyor/crusher di area pertambangan batubara dan nikel.
- Pembangunan fasilitas pabrik peleburan logam (smelter) dan pengolahan bijih mineral.
- Konstruksi pabrik kelapa sawit (PKS) dan jembatan perkebunan pedalaman.
- Pekerjaan turnaround jaringan pipa dan tangki di kilang minyak pedalaman.
- Pembangunan PLTA dan infrastruktur pelosok dengan akses jalan tanah laterit merah.
- Kemampuan traksi off-road superior di tanah berlumpur, tanjakan terjal, dan medan bebatuan lepas.
- Radius putar sangat kecil berkat mode kemudi kepiting (crab steering) untuk manuver lincah di celah instalasi pipa sempit.
- Langsung siap kerja sesaat setelah turun dari trailer lowbed tanpa memerlukan perakitan boom yang rumit.
- Mampu melakukan pengangkatan ringan di atas ban (on-rubber lifting) pada radius kerja terbatas.
- Kecepatan jelajah rendah (maksimal 35–40 km/jam); dilarang melaju mandiri jarak jauh di jalan tol/arteri karena ban traksi cepat panas dan aus.
- Wajib diangkut trailer tronton lowbed untuk mobilisasi antar kota/kabupaten.
- Kapasitas angkat maksimal umumnya berada pada rentang 25 Ton hingga 100 Ton.
Perbandingan Rekayasa Teknis & Spesifikasi Merek Terpopuler Rough Terrain Crane
Data spesifikasi di bawah mengacu pada katalog resmi OEM (Original Equipment Manufacturer) dan digunakan sebagai referensi lifting plan sebelum proses tender vendor. Kapasitas angkat (SWL) berlaku pada radius kerja minimum outrigger terpasang penuh; selalu periksa load chart resmi untuk radius kerja aktual di lapangan.
All-Terrain Crane (AT Crane Multi-Axle)
Kombinasi performa tinggi yang menggabungkan kecepatan jalan raya Mobile Crane dengan ketangguhan suspensi independen Rough Terrain Crane. Memiliki sasis panjang berbobot berat dengan 3 hingga 9 as roda (multi-axle), sistem kemudi elektronik terpadu di semua as roda, suspensi hidropneumatik adaptif, dan dua kabin terpisah (kabin sasis kemudi dan kabin derek atas).
- Ereksi struktur atap stadion olahraga raksasa, kubah masjid, dan hanggar pesawat.
- Pemasangan box girder jalur kereta cepat (HSR), MRT, dan jalan tol layang (elevated highway).
- Perakitan awal tiang menara Tower Crane pada proyek gedung bertingkat tinggi.
- Shutdown kilang petrokimia berskala besar dan instalasi kolom distilasi berat.
- Pemasangan tiang menara dan bilah kincir turbin angin pembangkit listrik (PLTB).
- Sanggup melaju kencang di jalan tol antar kota (hingga 80 km/jam) layaknya truk biasa tanpa merusak aspal.
- Kapasitas angkat raksasa hingga 1.200 Ton dengan jangkauan boom teleskopik mencapai 60–100 meter.
- Suspensi hidropneumatik adaptif mampu meratakan beban di medan proyek semi off-road yang bergelombang.
- Sistem modular counterweight yang dapat disesuaikan secara fleksibel dengan kebutuhan beban kerja.
- Tarif sewa dan biaya mobilisasi tergolong paling tinggi di kelas mobile crane.
- Dimensi bodi sangat panjang sehingga membutuhkan radius putar masuk proyek yang luas dan akses jalan lebar.
- Memerlukan izin dispensasi muatan khusus (ODOL) dan pengawalan kepolisian resmi sepanjang rute perjalanan.
Tower Crane (Crane Menara Gedung Tinggi)
Instalasi alat angkat vertikal tetap yang tiang utamanya (mast section) diangkur pada pondasi beton bertulang di dasar gedung atau dijepit pada lantai basement/core lift. Terdiri dari tiang penopang vertikal, slewing unit rotasi 360 derajat, jib horizontal (boom kerja tempat troli hook meluncur), dan counter-jib penyeimbang di bagian belakang.
- Pembangunan gedung bertingkat tinggi (apartemen, hotel, perkantoran, rumah sakit vertikal).
- Distribusi material besi beton, bekisting cor, adukan beton ready-mix, dan dinding precast ke setiap lantai.
- Konstruksi menara transmisi telekomunikasi, cerobong asap industri, dan silo semen.
- Pembangunan menara pendingin (cooling tower) pembangkit listrik tenaga uap.
- Jangkauan vertikal tanpa batas; dapat bertambah tinggi mengikuti kenaikan lantai gedung (self-climbing system).
- Jejak tapak di permukaan tanah sangat kecil (minimal ground footprint), tidak mengganggu area kerja sempit di lantai dasar perkotaan.
- Jangkauan putar 360 derajat dengan panjang jib 50–70 meter melayani seluruh luasan area proyek gedung.
- Sangat ekonomis untuk proyek berdurasi panjang (sistem sewa bulanan 6–18 bulan).
- Proses perakitan awal (erection) dan pembongkaran akhir (dismantling) rumit serta membutuhkan mobile crane pembantu berkapasitas besar.
- Membutuhkan pengecoran pondasi beton bertulang khusus sebelum tiang menara dapat didirikan.
- Posisi unit tetap (fixed) dan tidak dapat digeser selama masa konstruksi berlangsung.
- Operasional wajib dihentikan jika kecepatan angin di ketinggian melebihi batas aman (biasanya >38 knot / 20 m/s).
Perbandingan Rekayasa Teknis & Spesifikasi Merek Terpopuler Tower Crane
Data spesifikasi di bawah mengacu pada katalog resmi OEM (Original Equipment Manufacturer) dan digunakan sebagai referensi lifting plan sebelum proses tender vendor. Kapasitas angkat (SWL) berlaku pada radius kerja minimum outrigger terpasang penuh; selalu periksa load chart resmi untuk radius kerja aktual di lapangan.
Truck Mounted Crane / Foco Truck (Knuckle Boom / Hiab)
Kendaraan truk komersial bak terbuka yang terintegrasi dengan crane derek lipat hidrolik (knuckle boom / articulating boom) di belakang kabin pengemudi atau di ujung buritan sasis. Solusi armada angkut serbaguna yang menggabungkan fungsi transportasi jalan raya dan bongkar muat mandiri.
- Pengangkutan dan penurunan mandiri trafo gardu listrik PLN dan genset pabrik.
- Distribusi tiang beton listrik, pipa air baja, dan bantalan rel kereta api.
- Relokasi mesin bubut, cetakan injeksi pabrik, dan tangki berkapasitas sedang.
- Pembersihan dan evakuasi material proyek utilitas di pinggir jalan raya perkotaan.
- Solusi 2-in-1 paling hemat: sanggup memuat muatan di bak, mengangkut di jalan raya, dan menurunkan sendiri tanpa butuh sewa derek tambahan.
- Lengan artikulasi (knuckle boom) mampu melipat ringkas dan menyusup di bawah kanopi gedung atau rintangan kabel rendah.
- Beroperasi dengan izin jalan truk biasa; biaya operasional dan tarif sewa paling terjangkau.
- Sangat lincah untuk pengiriman material di jalanan perkotaan yang padat.
- Kapasitas angkat terbatas (umumnya maksimal 3 hingga 15 Ton pada radius dekat 2–3 meter).
- Panjang jangkauan boom lebih pendek dibandingkan Mobile Crane teleskopik murni.
- Kapasitas muat bak berkurang karena sebagian bobot sasis terpakai untuk dudukan crane hidrolik.
Perbandingan Rekayasa Teknis & Spesifikasi Merek Terpopuler Truk Crane Foco
Data spesifikasi di bawah mengacu pada katalog resmi OEM (Original Equipment Manufacturer) dan digunakan sebagai referensi lifting plan sebelum proses tender vendor. Kapasitas angkat (SWL) berlaku pada radius kerja minimum outrigger terpasang penuh; selalu periksa load chart resmi untuk radius kerja aktual di lapangan.
Spider Crane (Mini Crawler Indoor Crane)
Pesawat angkat mini bertenaga hidrolik yang dilengkapi sepasang roda trek karet (rubber tracks) dan empat kaki outrigger multi-sudut menyerupai kaki laba-laba. Dirancang khusus untuk memasuki ruangan berakses sempit dan dapat beroperasi dengan motor listrik bebas emisi gas buang.
- Pemasangan dinding tirai kaca (curtain wall glazing) dan panel fasad gedung bertingkat.
- Renovasi interior mall, gedung perkantoran, hotel, dan atrium berkubah kaca.
- Pemeliharaan mesin industri di area lantai mezzanine, ruang turbin sempit, atau basement.
- Pekerjaan lifting pada struktur atap (rooftop) dan restorasi bangunan cagar budaya.
- Dimensi bodi ultra-kompak (lebar 60–80 cm saat dilipat), muat melewati pintu standar dan masuk ke dalam lift barang gedung.
- Kaki outrigger laba-laba dapat diposisikan pada sudut berbeda-beda untuk menapak di anak tangga atau lantai miring.
- Tersedia opsi motor listrik colok kabel (zero emission & low noise) yang aman untuk ruangan ber-AC tertutup.
- Trek karet non-marking tidak merusak keramik, granit, atau lantai marmer dekoratif.
- Kapasitas angkat maksimal terbatas pada skala beban ringan (1 Ton sampai 6 Ton).
- Radius kerja dan ketinggian angkat relatif pendek (maksimal 10–15 meter).
- Kecepatan jalan lambat dan tidak dapat melaju di jalan umum; harus diangkut mobil derek towing atau truk pickup.
Perbandingan Rekayasa Teknis & Spesifikasi Merek Terpopuler Spider Crane
Data spesifikasi di bawah mengacu pada katalog resmi OEM (Original Equipment Manufacturer) dan digunakan sebagai referensi lifting plan sebelum proses tender vendor. Kapasitas angkat (SWL) berlaku pada radius kerja minimum outrigger terpasang penuh; selalu periksa load chart resmi untuk radius kerja aktual di lapangan.
Glosarium & Kamus Istilah Teknis Praktisi Crane
Beban kerja aman maksimum yang ditetapkan oleh pabrikan dan regulasi K3 untuk pengangkatan beban dalam konfigurasi tertentu. Pada mobile crane, SWL umumnya dibatasi tidak melebihi 75% dari beban yang menyebabkan crane mulai terjungkal (tipping load).
Matriks acuan wajib dari pabrikan yang memetakan kapasitas angkat aman berdasarkan kombinasi panjang boom, sudut kemiringan, radius kerja horizontal, ekstensi outrigger, dan jumlah counterweight yang terpasang.
Jarak horizontal yang diukur dari sumbu putar superstruktur crane (center of rotation / center pin) ke garis vertikal pusat kait beban (hook center). Semakin besar radius kerja, kapasitas angkat crane akan menurun drastis.
Komputer keselamatan digital di dalam kabin operator yang terus-menerus membaca sensor sudut boom, panjang boom, dan tekanan hidrolik silinder. LMI akan membunyikan alarm dan mematikan pergerakan berbahaya saat beban mencapai 90%–100% kapasitas kritis.
Sakelar pembatas keselamatan otomatis di ujung kepala boom yang mencegah blok hook kail bertabrakan dengan roda katrol (sheave) kepala boom saat operator menggulung sling ke atas atau memanjangkan boom teleskopik.
Kaki penopang hidrolik berkekuatan tinggi yang diekstensikan secara horizontal dan vertikal untuk mengangkat seluruh roda ban bebas dari tanah. Berfungsi memperlebar basis penopang (tipping line) agar crane stabil saat mengangkat beban.
Tekanan yang disalurkan sepatu outrigger atau trek rantai ke permukaan tanah (dalam satuan ton/m² atau kPa). Untuk mencegah amblas, wajib digunakan bantalan pelat baja (steel matting) atau balok kayu keras (timber mat) guna menyebarkan beban.
Blok pemberat dari besi cor atau beton padat yang ditempatkan di bagian belakang superstruktur crane untuk menghasilkan momen penyeimbang melawan momen beban yang diangkat di depan.
Gerakan memutar superstruktur crane (kabin, boom, dan counterweight) sebesar 360 derajat di atas bantalan putar roda gigi cincin (slew ring).
Gerakan menaikkan atau menurunkan sudut kemiringan boom kerja terhadap bidang horizontal menggunakan silinder hidrolik utama atau tali kawat seling derrick.
Rangkaian alat bantu angkat perantara hook dengan beban, meliputi tali kawat baja (wire rope sling), sabuk serat sintetis (webbing sling), segel omega (shackle), dan balok bentang (spreader bar) untuk menjaga kestabilan beban panjang.
Legalitas resmi K3 wajib di Indonesia: Surat Izin Alat (SIA) sebagai sertifikat kelaikan teknis unit pesawat angkat, dan Surat Izin Operator (SIO) sebagai lisensi kompetensi operator (Kelas 1, 2, atau 3) sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020.
Metodologi 5 Langkah Perencanaan Pengangkatan Beban (Lift Plan)
Jumlahkan berat bersih benda + berat hook block + kawat sling + shackle + spreader bar.
Tentukan posisi dudukan crane dan ukur jarak horizontal terjauh ke titik peletakan beban.
Pastikan gross load tidak melebihi 75% dari angka kapasitas aman pada matriks tabel beban resmi.
Periksa daya dukung tanah setempat dan pasang pelat baja / timber matting pada setiap kaki outrigger.
Lakukan toolbox meeting, periksa izin SIA & SIO aktif, dan tentukan kode isyarat radio komunikasi.
Ready Supply Crane ke Proyek Anda di Seluruh Indonesia
Hunimax melayani sewa crane proyek Anda langsung dari pool rekanan terdekat di kota dan kabupaten strategis Indonesia:
Jabodetabek & Banten
Jawa Barat, Jawa Tengah & DIY
Jawa Timur, Bali & Nusa Tenggara
Sumatera & Kepulauan Riau
Kalimantan & IKN Nusantara
Sulawesi, Maluku & Papua
Pertanyaan Praktisi Seputar Pengadaan Sewa Crane
Bagaimana cara kerja sistem tender sewa crane di Hunimax?
Anda cukup memasukkan spesifikasi pekerjaan lifting (jenis crane, estimasi tonase, durasi sewa shift atau bulanan, dan koordinat proyek) melalui formulir permintaan. Sistem tender Hunimax langsung menyiarkan kebutuhan Anda ke jejaring vendor pemilik armada terverifikasi yang berada paling dekat dengan lokasi proyek Anda. Vendor akan memasukkan penawaran harga bersaing secara langsung tanpa melalui rantai perantara/calo.
Apa saja jenis crane yang dapat disewa melalui Hunimax?
Katalog terpadu Hunimax melayani seluruh jenis crane industri: Mobile Crane / Truck Crane (mobilitas cepat jalan raya), Rough Terrain Crane (penggerak 4x4 untuk medan tanah lunak/tambang), Crawler Crane (roda rantai untuk beban berat & pondasi), Tower Crane (gedung bertingkat tinggi), Truck Mounted Crane / Foco Truck (angkut + derek mandiri), hingga Spider Crane Mini (akses sempit dalam gedung atau rooftop).
Berapa acuan harga sewa crane per shift (8 jam)?
Tarif sewa per shift bervariasi mengikuti kelas tonase dan spesifikasi unit: kelas 7–15 Ton berkisar Rp 2.1 Juta – Rp 3.8 Juta/shift, kelas 25 Ton berkisar Rp 3.8 Juta – Rp 5.5 Juta/shift, kelas 50 Ton berkisar Rp 7.2 Juta – Rp 11.5 Juta/shift, dan kelas 100 Ton ke atas berkisar Rp 15 Juta – Rp 23.5 Juta/shift. *Harga estimasi tergantung lokasi, vendor, dll. Melalui sistem tender, Anda bisa membandingkan opsi All-In (termasuk BBM solar) atau Exclude Solar.
Bagaimana memastikan crane aman dari bahaya jungkir (tipping) di proyek?
Kapasitas nominal crane (misal 25 Ton) hanya berlaku pada radius kerja minimum (sekitar 3 meter dari sumbu putar). Semakin jauh jarak horizontal pengangkatan, kapasitas angkat amannya (SWL) akan menurun mengikuti grafik Load Chart pabrikan. Pastikan tim engineer menghitung gross load dan radius secara teliti, memasang outrigger pad baja/kayu keras, serta melibatkan rigger bersertifikat.
Apakah biaya sewa sudah termasuk mobilisasi dan demobilisasi (mob/demob)?
Biaya mob/demob ditagihkan secara terpisah dan transparan di dalam proposal tender. Untuk meminimalkan biaya ini, sistem tender Hunimax memprioritaskan notifikasi kepada vendor pemilik armada yang pool alatnya paling dekat dengan lokasi kerja Anda, memangkas rute perjalanan trailer lowbed.
Apakah seluruh unit dan operator memiliki legalitas K3 resmi (SIA & SIO)?
Ya. Seluruh vendor pemilik armada di platform Hunimax dapat melampirkan Surat Izin Alat (SIA) yang masih aktif dari instansi Ketenagakerjaan serta operator yang mengantongi Surat Izin Operator (SIO) Kelas 1, Kelas 2, atau Kelas 3 yang sesuai dengan kapasitas beban alat.
Hubungi Tim Kami
Tinggalkan pesan dan kami akan membalas pertanyaan Anda secepatnya via WhatsApp.
Pastikan Operasional Angkat Proyek Anda Aman & Efisien
Dapatkan penawaran terbaik untuk mobile crane, crawler, rough terrain, hingga tower crane dari ratusan pemilik armada terverifikasi di seluruh Indonesia.






