Krakatau Osaka Steel Kalah Saing, Tutup Total Juni 2026 Mendatang
PT Krakatau Osaka Steel (KOS) resmi menghentikan kegiatan produksinya pada akhir April 2026 dan akan menutup seluruh kegiatan usaha pada Juni 2026.
Hal ini disampaikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam keterangan resminya pada Rabu, 6 Mei 2026.
Keputusan penutupan telah ditetapkan melalui rapat Dewan Direksi pada 23 Januari 2026.
Perusahaan mengungkapkan bahwa KOS telah mengalami kerugian sejak tahun 2022, seiring penurunan kinerja bisnis yang terus berlanjut.
Penurunan permintaan baja konstruksi di pasar domestik menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut.
Meningkatnya persaingan dengan produk baja impor berharga lebih murah turut memperburuk posisi perusahaan.
Produsen baja global, khususnya dari Tiongkok, memiliki keunggulan dari sisi skala produksi dan efisiensi biaya sehingga mampu menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar internasional, termasuk Indonesia.
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief menyebut kondisi ini menempatkan industri baja nasional pada posisi yang sulit.
"Di satu sisi, produsen dalam negeri berkomitmen menjaga kualitas produk, namun di sisi lain harus menghadapi tekanan harga dari produk impor yang lebih rendah," ujar Febri.
Kemenperin menyatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk mendukung industri baja nasional, antara lain pengendalian impor melalui lartas, pemberlakuan SNI wajib untuk baja batangan, penyediaan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), serta tarif bea masuk nol persen untuk bahan baku billet.
Meski demikian, Kemenperin mengakui kebijakan yang ada masih perlu diperkuat.
"Kami akan melakukan kajian secara komprehensif guna merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menjaga keberlanjutan industri baja dalam negeri," kata Febri.
Pemerintah juga mengimbau KOS untuk memenuhi seluruh hak pekerja yang terdampak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
